
BANDUNG - Provinsi Jawa Barat menempati peringkat pertama sebagai lokasi dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia pada Triwulan III Tahun 2026. Berdasarkan data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi Jawa Barat mencapai Rp91,0 triliun, dengan kontribusi sebesar 17,2 persen terhadap total realisasi investasi nasional.
Capaian tersebut menempatkan Jawa Barat di atas sejumlah daerah lainnya, yakni Jakarta dengan realisasi investasi Rp75,7 triliun atau 14,3 persen, Sulawesi Tengah sebesar Rp47,3 triliun atau 8,9 persen, Jawa Timur sebesar Rp37,8 triliun atau 7,2 persen, serta Maluku Utara sebesar Rp30,6 triliun atau 5,8 persen.
Realisasi investasi tersebut mencakup Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Posisi Jawa Barat sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi menunjukkan besarnya peran provinsi ini dalam mendukung aktivitas ekonomi dan iklim investasi nasional.
Dukungan infrastruktur, konektivitas, kawasan industri, serta kedekatan dengan pasar dan rantai pasok menjadi sejumlah faktor strategis yang relevan dalam pengembangan ekosistem investasi di Jawa Barat.
Capaian ini menjadi momentum untuk terus memperkuat iklim investasi yang kondusif, meningkatkan kualitas pelayanan kepada investor, serta mendorong agar aktivitas investasi memberikan manfaat nyata bagi perekonomian daerah dan masyarakat.
Ke depan, penguatan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan diharapkan dapat menjaga daya saing Jawa Barat sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja dan pengembangan usaha yang berkelanjutan.
Sumber Data: Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
Penulis: Humas Biro BIA



